Thursday, October 24, 2013

-Unknown-

tuan berhujah memanglah cekap,
panas, pantas, seperti mercun,
bibir tuan dibiar bercakap,
dibiar bercakap semakin beracun.

senyum di mulut tak kunjung tiba,
racun di bibir menjadi lawan,
taat api sebagai hamba,
kelak bakal membakar tuan.

-by Farah Ain-

replied by my mom :


panas pantas seperti mercun,
lidah pendeta berhujah pintar,
racun bukan sebarang racun,
kena cara, jadi penawar.


-by Junaidah Md. Som-

I replied back:

Racun bukan sebarang racun,
kena cara, jadi penawar,
kalau sudah ibarat mercun,
jarang ia bertindak pintar.


-by Farah Ain-

My sister replied :

kalau bermain tak kena cara,
racun dan mercun membawa mati,
hati-hati menutur bicara,
tajam lidah menusuk hati.

-By Nur Faizah Mohamad Taman-

I countered :
hati-hati menutur bicara,
tajam lidah menusuk hati,
bicara kita orang tak kira,
hanya dendam membawa erti.

-By Farah Ain-


She replied :

Tutur bicara sesedap rasa
dendam disimpan dalam hati
Ikut rasa binasa
Ikut hati mati


-By Nur Faizah Mohamad Taman-

I said :

Ikut rasa binasa
Ikut hati mati
Bila hendak kuasa

Hilang maksud berhenti

-By Farah Ain-

-Unknown-

sudah rupawan dipuja-puja,
sudah dipuja kita dicerca.
lain pula indah akhlaknya,
rupawan ke tidak, lain cerita.

-by Farah Ain-

-Unknown-

cantik macam mana pun set Corningware tu
kalau suka yang tembaga lama,
tembaga lama lah yang kusimpan dan hargai.
cantik macam mana pun orang itu,
kalau suka yang memaut hati,
dia lah yang ku pandang dan ku nanti.

by Farah Ain.

-Unknown-

This thing that looks like something out of shape, veins popping out and has bent wires attached to it, is bleeding from random cuts and visible scars. Hollow may it be, Ugly you might see, but it's functioning for me. 
And functioning well.
It is called a heart. 
And it's mine to sell.

-by Farah Ain-

Monday, October 21, 2013

-Unknown-

marilah pulang marilah sayang,
ular besar menanti di bendang,
larilah pulang larilah sayang,
kalau tak sempat markah ditendang.

by Farah Ain.

-Unknown-

Jangan menangis menghadap berang,
Berang tak kenyang tuan dimakan,
Sangkakan diri diabai tak kurang,
Tuhan diabai cuba fikirkan.

by Farah Ain.

Tuesday, October 8, 2013

Diyana

Diyana, Diyana,
A crazy person.
Diyana, Diyana,
So crazy you'd end up in prison.

Diyana, Diyana,
You don't sleep at night,
Diyana Diyana,
You give owls a fright.

Diyana, by Farah Ain.

-Unknown-

If the doves gives signs of glee,
Then crows stay here with me.
For I fell down and fail,
Erase you but no avail.

When rainbows bring forth smiles,
I weep for miles and miles.
For you are sharp and sly,
I've no choice but comply.

Will you spare my frail heart,
Stop tearing me apart,
For my love is plain but pure,
And all I need is cure.

-By Farah Ain-

Oh Coffee

I will always need you,
For you have always granted serenity,
During the hardships that I have to break through,
I need the energy you guarantee.

Oh, Coffee. 

by Farah Ain

-Unknown-

Listen to me, and listen well,
Something important I wish to tell,
It is you that I've fallen for,
But love, know this, it's your choice to ignore.
For all I want is for you to feel joy,
And there's nothing about you that I would want to destroy.

And so, listen well, for these words are no longer spoken,
The least I want is for you to be heartbroken.
So take my heart and keep yours saved,
For you'll still have yours when one is enslaved.

-by Farah Ain-

My Brother

For the times I made you cry back then,
I regret it now again and again.
And how I never treated you well,
Kept shoving you into your shell,
I know I did wrong a lot,
And you were the victim when we fought.

Now I miss you all the time
Like a dangerous man misses his crime
I love you and miss you like there's no other,
Well of course there isn't, 'cuz you are my brother.

-My brother, by Farah Ain-
 —

Thursday, October 3, 2013

-Unknown-

Tak mampu mendekati bunga,
Takut untuk menghidu harumannya.
Tak sanggup kaki mengejar pelangi,
Tak layak pun menunding jari.

Hati ini sudah reput,
Busuk, kotor, serabut.
Penipuan jadi lali,
Bukan darah dalam arteri,
Hanya Keji.

Berbondong-bondong hipokrit
Sampai jadi satu penyakit,
Takkan rasa sakit perit,
Besar hati jadi sempit.

Keji diri ini, kawan.
Hamba Tuhan, tapi melawan.
Manusia tidak, binatang pun bukan,
Tiada kebaikan, tiada kesempurnaan.

by Farah Ain.

Wednesday, October 2, 2013

Selebriti

Lari, lari,
Larilah kaki diri dari kaki kontroversi,
Iris besi, snapshot menggari,
Mata buta jadi saksi,
Mulut bisu beri maki,
Telinga pekak dengar janji,
Tangan kudung tunding jari.

Lali, mati,
Benci, 
Hati selebriti.

-Selebriti, by Farah Ain-

Aku II

Busuk hati ini
Simpan dendam sampai mati
Cantik rama-rama pun
Mereka makan kaum sendiri

Dingin angin malam
Bekukan salam
Dendam busuk dalam,
Pengasah kalam.

-Aku II, by Farah Ain-

Aku

Syiling muka berganda
Lain rupa
Nilainya tetap sama
Wang kertas lagi berkuasa
Syiling tak guna
Lain rupa pun sia-sia
Tiada nilainya
Tapi bahaya.

Aneh dunia.

-Aku, by Farah Ain-

Kelebihan III

Words fail me in times like this. Beautiful poetry carved on my mind but on my mind only. Let me go, selfish creature. Let me write. Unlike you, thoughtlessly expressing what you feel and thoughtlessly stealing the breath of every other creature you pass by, I , need to write. I, express this complicated ambivalence through words. And even that, you hold me from doing so. 

-Kelebihan III, by Farah Ain-